Pekerja Ini Melanggar Seorang Wanita Tua Hingga Mati, Tapi Pihak Keluarga Mangsa Berhati Mulia Ini Telah “Memaafkannya Tanpa Syarat”. Apabila Diselidik, Rupa-Rupanya….

Masih ada rasa kemanysiaan di dunia ini. Tahun lalu, seorang pekerja bernama Chen (50) tanpa sengaja melanggar hingga mati seorang wanita tua di Taipei, Taiwan.

 

Menurut Chen Yuan, pelanggar ini akan menghadapi sejumlah besar hukuman, namun, dia tidak menduga saat bertemu di muka pengadilan, keluarga mangsa justru memutuskan memaafkannya setelah mengetahui Chen itu adalah seorang pekerja dengan pendapatan yang tidak menentu.

Mengetahui hal yang tak disangkanya itu, Chen yuan pun seketika menangis teresak-esak dengan perasaan terharu.

Mengingat pihak keluarga mangsa tidak memgambil tindakan atas kes tersebut, mahkamah pengadilan di Taipei itu menyatakan memberikan kesempatan baru pada pekerja itu dan membebaskannya dari segala tuntutan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut “Apple Daily”, kejadian itu terjadi pada bulan Oktober tahun lalu. Pada saat itu, seorang wanita tua sedang berjalan di garisan zebra di persimpangan antara Xiyuan Road dan Bangka Boulevard, Wanhua District, Taipei City, Taiwan.

Tapi tiba-tiba dilanggar oleh sebuah motor yang ditunggang seorang pekerja bernama Chen, dan mangsa korban segera dihantar ke rumah sakit selepas kecelakaan tersebut, namun mangsa meninggal dunia karena mengalami kecederaan yang sangat serius.

Setelah insiden itu, polis melakukan ujian alkohol untuk mengenalpasti punca penunggang mabuk pada pekerja bernama Chen itu, dan tidak ditemukan kadar alkohol, namun, pekerja Chen dibawa ke balai polis dengan dakwaan kelalaian yang mengakibatkan kematian pada mangsa.

Selepas insiden itu, jaksa menghadirkan anak-anak dari korban langgar maut untuk hadir di pengadilan, mendengar keterangan dari tersangka pelanggar bernama Chen.

Dalam keterangannya di pengadilan, pekerja Chen mengatakan bahwa dia adalah seorang pekerja sementara dengan pekerjaan tidak menentu, namun, meski begitu, dia harus bekerja keras setiap hari mencari wang untuk menampung keperluan sekeluarganya dengan pendapatan yang tidak seberapa.

Setelah mengetahui latar belakang kesulitan yang dihadapi pekerja bernama Chen itu, anak-anak keluarga mangsa kemudian berdiskusi dan akhirnya memutuskan “memaafkannya tanpa syarat”.

Tidak mengajukan tuntutan apa pun, bahkan mereka juga memohon kepada para hakim untuk memberi kesempatan baru kepada Chen.

Tersangka Chen langsung menangis teresak-esak ketika mengetahui segenap keluarga mangsanya “memaafkannya”.

Chen berulang kali meminta maaf kepada keluarga korban dalam tangis penyesalannya : “Maaf, maaf, maafkan saya … maafkan saya …!”katanya sambil menangis sesenggukan.

Anak-anak keluarga korban juga menghiburnya dengan menepuk bahunya. Mereka mengatakan bahwa jika ibu mereka masih hidup juga pasti akan membuat keputusan yang sama seperti mereka, dan berharap agar lelaki bernama Chen itu dapat memperbaiki diri dan hidup dengan baik.

Atas pertimbangan dari segenap keluarga mangsa yang telah “memaafkan tanpa syarat” kepada Chen, dan tidak menuntut pampasan darinya, ditambah dengan permohonan keluarga mangsa sendiri serta tersangka Chen yang juga menyatakan penyesalan yang dalam, hakim setempat memutuskan untuk tidak menuntut tersangka bermarga Chen.

Setelah itu, seorang anggota polis mengatakan, tutur kata anak-anak dari keluarga korban sangat santun-bersahaja, mereka lebih bermurah hati lagi dengan memaafkan pekerja bermarga Chen itu.

 

 

 

 

 

 

Ternyata masih ada lagi nilai kemanusiaan di masyarakat ini, dan mendiang juga akan terhibur senang jika mengetahui akhir yang damai ini.

Kredit: erabaru